menu

Minggu, 04 Desember 2016

PROFIL



Nama : Nilty Shofiyya

 Nim   : 2021114060
Alamat : Karangdadap
Status : Mahasiswa
Email : nilty.8@gmail.com



Perkembangan Islam di Australia



Pelaut-pelaut Makassar adalah yang pertama kali melakukan kontak dengan bangsa asli Australia yaitu Aborigin. Mereka mendarat di Australia bagian utara sekitar tahun 1700an. Kala itu mereka datang dengan sangat sopan dan meminta izin kepada penduduk asli," kata Education Director Islamic Museum Australia, Sherene Hassan saat ditemui detikcom bersama dua media lain yang difasilitasi Australia Plus ABC International pada Juni 2016.
            Para pelaut dari Makassar itu datang untuk mencari teripang di pantai utara Australia, salah satunya di daerah Arnhemland. Mereka datang pada bulan Desember dan menetap beberapa lama di Australia untuk membeli teripang dari penduduk asli. Interaksi antara pelaut Makassar dan para warga abrigin pun tak bisa dihindarkan......................................................
"Sebagian besar pelaut dari Makassar beragama Islam dan karena mereka berinteraksi dengan suku asli, sehingga secara spiritual suku Aborigin di sebelah utara Australia terpengaruh agama Islam yang dipeluk para pelaut," jelas Sherene...........................................................
Setelah itu, pengaruh Islam juga datang ke Australia dengan dibawa oleh para penunggang unta yang datang dari Pakistan dan Afghanistan sekitar tahun 1870-1920. Para penunggang unta yang berjumlah lebih dari 2.000 orang itu datang untuk bekerja di proyek pembangunan jalur kereta yang tengah dikerjakan pemerintah Inggris. Kala itu unta dianggap sebagai hewan yang sangat berguna untuk dijadikan alat angkut material.


           Para penunggang onta yang dalam sejarah Australia disebut dengan kata 'Camellers' berada cukup lama di daratan Australia. Sehingga, sedikit banyak mereka juga membawa pengaruh spiritual. Bahkan, masjid pertama di Australia didirikan pada masa itu.
Setelah itu, masuk ke tahun 1900an, Australia mulai didatangi buruh migran dari berbagai negara di timur tengah dan Afrika. Para imigran itu kebanyakan berasal dari Turki, Albania, Bosnia, Libanon dan beberapa negara lain di Afrika.
Jumlah imigran yang terus bertambah seiring berjalannya waktu membawa pengaruh Islam di Australia. Hingga, Islam terus berkembang di negeri kanguru tersebut.
Hingga saat ini, Islam merupakan agama yang perkembangannya cukup pesat di Australia. Jumlah pemeluk agama Islam terus bertambah dan jumlah masjid dan sekolah Islam pun terus meningkat.

SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM DI AFRIKA





Islam masuk Afrika sama dengan sejarah agama Islam itu sendiri. Orang Afrika yang masuk Islam pertama adalah Bilal bin Rabah adalah seorang Habsyi, Etiopia yang menjadi izin Muazin dan sahabat kesayangan Nabi Muhammad SAW. Masuknya Islam ke Afrika melalui lima cara berikut ini:
1.      Cara yang petama adalah expansi atau penakhlukan seperti penyerbuan Dinasti Al-Murabitin ke Afrika Barat tahun 1052-1076.
2.      Cara kedua adalah migrasi dan pemukiman muslim di wilayah non muslim, seperti orang Yaman dan Oman menetap di daerah peradapan Swahili, Afrika  Timur, yang sekarang merupakan wilayah Kenya dan Tanzania, dan juga budak-budak melayu yang didatangkan ke Afrika Selatan.
3.      Cara yang ketiga adalah perdagangan, melalui perdagangan lintas sahara. Perdagangan tersebut terjadi di Negara Negara Guinea, Mali, Sinegal, Niger, Uganda, Zaire, Malaw, dan Mozambik.
4.      Cara keempat adalah dakwak. Misi ini diemban oleh Mubalig, Guru dan Imam pengembara. Buku dan brosur yang menerangkan agama islam dicetak dalam bahasa Afrika dan ditujukan kepada golongan non muslim
5.      Cara kelima adalah dengan gerakan pembersihan moral, gerakan ini yang paling terkenal adalah gerakan yang dipimpin Usman dan Fodio di Nigeria.
6.      Menurut data tahun2001 jumlah penduduk Afrika kurang lebih 750 juta dan 50% nya beragama Islam. Negara-negara yang terdapat di benua Afrika meliputi antaralain: Mesir, Libya, Chad, Somalia, Kenya, Tanzania, Zaire, Angola, Zambia, Uni Afrika Selatan dan ada beberapa lagi yang lain. Namun hanya akan kami sebutkan beberapa Negara saja untuk gambaran secara keseluruhan.
a.       MESIR
Mesir adalah satu-satunya Negara di benua Afrika yang paling dahulu mengenal Islam. Jumlah penduduknya sekitar 41.990.000 orang sekitar 3 juta orang yang beragama Kristen selebihnya beragama Islam. Di Mesir terdapat 8 universitas Al-Azhar yang sangat terkenal di dunia, didirikan tahun 972 M oleh dinasti Fathimiyah.
b.      LIBYA
Republik Libya luas daerah 1.795.540 km persegi  dengan jumlah penduduk 2,9 juta jiwa hampir seluruhnya beragama Islam, terdiri dari orang Arab dan Barbar. Penghasilan dari pertanian
c.       CHAD
Republik Chad terletak di bagian utara Afrika Tengah. Berpenduduk sekitar 4 juta jiwa yang 80%  beragama islam , 10% Kristen dan selebihnya Animisme. Bahasanya adalah bahasa Arab dan bahasa Perancis. Tahun 1965 didirikan  The Chad Liberation, tujuannya untuk mempertahankan Islam.
d.      NIGERIA
Nigeria terletak di Afrika Barat, termasuk produsen minyak yang besar, Negara kedua yang mengekspor minyak ke Amerika Serikat setelah Arab Saudi. Penduduknya bermacam-macam etnis tetapi hanya ada tiga suku yang dianggap besar. Jumlah penduduknya 95 juta dan 75% beragama islam selebihnya Animisme dan Kristen.
e.       SUDAN
Islam masuk ke Sudan sekitar abad ke-7 M atau pada masa pemerintahan Usman bin Affan yang dibawa oleh Abdullah bin Said Al Sarah. Pengajaran ilmu filsafat dan tasawuf adalah yang paling efektif dalam penyebaran agama Islam di negeri ini. Komunitas Islam sekarang sudah diperhitungkan oleh pemerintah setempat.
f.       ETIOPIA
Islam masuk Etiopia/Habsyi sejak zaman Rosulullah saw. Negara tujuan hijrah pertama para sahabat Nabi. Jumlah penduduk muslim di negeri ini mencapai 65%.
g.      UGANDA
Islam masuk di Uganda sekitar abad 19 M, dibawa oleh para dai dan ulama muslim pada masa pemerintah Raja Suna. Perkembangan islam di Uganda selalu mendapat rintangan dari pihak non muslim khususnya Kristiani yang jumlahnya mayoritas di negeri ini.
h.      AFRIKA SELATAN
Islam masuk Afrika Selatan tidak ada catatan pasti namun diperkirakan sama dengan datangnya islam di Eropa. Penduduk yang mayoritas adalah suku Melayu. Dan sampai saat ini jumlah penduduk Afrika Selatan sekitar23.720.000 dan hanya sekitar 474.000 penduduk yang beragama islam.
i.        Negara yang mempunyai penduduk mayoritas beragama islam seperti Aljazair, Tunisia dan Maroko



Distorsi Sejarah Islam Amerika



Sejarah resmi selama ini mengatakan bahwa Christopher Columbus-lah yang menemukan daratan luas yang kemudian disebut Amerika. Hal ini ternyata tidak benar. Karena 70 tahun sebelum Columbus menjejakkan kaki di amerika, daratan yang disangkanya India, Laksamana Muslim dari China bernama Ceng Ho (Zheng He) telah mendarat di Amerika. Bahkan berabad sebelum Ceng Ho, pelaut-pelaut Muslim dari Spanyol dan Afrika Barat telah membuat kampung-kampung di Amerika dan berasimilasi secara damai dengan penduduk lokal di sana. Penemu Amerika bukanlah Columbus. Penemu Amerika adalah Umat Islam. Mereka menikah dengan penduduk lokal, orang-orang Indian, sehingga menjadi bagian dari local-genius Amerika.
Ada sejumlah literatur yang berangkat dari fakta-fakta empirik bahwa umat Islam sudah hidup di Amerika beberapa abad sebelum Colombus datang. Salah satunya yang paling popular adalah essay Dr. Youssef Mroueh, dari Preparatory Commitee for International Festivals to celebrate the millennium of the Muslims arrival to the Americas, tahun 1996, yang berjudul “Precolumbian Muslims in America”.
Dalam essaynya, Doktor Mroueh menulis, “Sejumlah fakta menunjukkan bahwa Muslimin dari Spanyol dan Afrika Barat tiba di Amerika sekurang-kurangnya lima abad sebelum Columbus. Pada pertengahan abad ke-10, pada waktu pemerintahan Khalifah Umayyah, yaitu Abdurrahman III (929 – 961M), kaum Muslimin yang berasal dari Afrika berlayar ke Barat dari pelabuhan Delbra (Palos) di Spanyol, menembus “samudra yang gelap dan berkabut”. Setelah menghilang beberapa lama, mereka kembali dengan sejumlah harta dari negeri yang “tak dikenal dan aneh”. Ada kaum Muslimin yang tinggal bermukim di negeri baru itu, dan mereka inilah kaum imigram Muslimin gelombang pertama di Amerika.”
Granada, benteng pertahanan terakhir ummat Islam di Eropa jatuh pada tahun 1492. Pada pertengahan abad ke-16 terjadilah pemaksaan besar-besaran secara kejam terhadap orang-orang Yahudi dan Muslimin untuk menganut agama Katholik, yang terkenal dalam sejarah sebagai Spanish Inquisition. Pada masa itu keadaan orang-orang Yahudi dan orang-orang Islam sangat menyedihkan, karena penganiayaan dari pihak Gereja Katolik Roma yang dilaksanakan oleh inkuisisi tersebut. Ada tiga macam sikap orang-orang Yahudi dan orang-orang Islam dalam menghadapi inkusisi itu:
·         Pertama, yang tidak mau beralih agama. Akibatnya mereka disiksa kemudian dieksekusi dengan dibakar atau dipancangkan di kayu salib.
·         Kedua, beralih agama menjadi Katholik Roma. Mereka itu diawasi pula apakah memang berganti agama secara serius atau tidak. Kelompok orang Islam yang beralih agama itu disebut kelompok Morisko, sedangkan yang dari agama Yahudi disebut kelompok Marrano.
·         Ketiga, melarikan diri atau hijrah menyeberang Laut Atlantik yang dahulunya dinamakan Samudra yang gelap dan berkabut. Inilah kelompok imigran gelombang kedua di negeri baru itu.
Penganiayaan itu mencapai puncaknya semasa Paus Sixtus V (1585-1590). Sekurang-kurangnya ada dua dokumen yang menyangkut inkusisi ini. Yang pertama, Raja Spanyol Carlos V mengeluarkan dekrit pada tahun 1539 melarang penduduk bermigrasi ke Amerika Latin bagi keturunan Muslimin yang dihukum bakar dan dieksekusi di kayu sula itu. Yang kedua dekrit itu diratifikasi pada 1543, dan disertai perintah pengusiran Muslimin keluar dari jajahan Spanyol di seberang laut Atlantik. Ini adalah bukti historis adanya imigran Muslimin gelombang kedua sebelum tahun 1543 (dekrit kedua). Ada banyak literatur yang membuktikan adanya kehadiran Muslimin gelombang pertama ke Amerika jauh sebelum zaman Columbus. Bukti-bukti itu antara lain:
·         Abul-Hassan Ali Ibnu Al-Hussain Al-Masudi merupakan seorang pakar sejarah dan geografi yang hidup dari tahun 871-957 M. Dalam karyanya yang berjudul “Muruj adh-dhahab wa maad aljawhar” (Hamparan Emas dan Tambang Permata), Abu Hassan menulis bahwa pada waktu pemerintahan Khalifah Abdullah Ibn Muhammad (888-912), penjelajah Muslim Khasykhasy Ibn Sa’ied Ibn Aswad dari Cordova-Spanyol, telah berlayar dari Delba (Palos) pada 889, menyeberang Samudra yang gelap dan berkabut dan mencapai sebuah negeri yang asing (al-ardh majhul) dan kembali dengan harta yang mentakjubkan. Pada peta Al-Masudi terbentang luas negeri yang disebutnya dengan al-ardh majhul. [Al-Masudi: Muruj Adh-Dhahab.
·         Loe Weiner, pakar sejarah dari Harvard University, dalam bukunya “Africa and the Discovery of America” (1920) menulis bahwa Columbus telah mengetahui kehadiran orang-orang Islam yang tersebar seluas Karibia, Amerika Tengah dan Utara, termasuk Canada. Mereka berdagang dan telah melakukan asimilasi perkawinan dengan orang-orang Indian dari suku Iroquois dan Algonquin.
·         Geografer dan pembuat peta bernama Al-Syarif Al-Idrisi (1099- 1166) menulis dalam bukunya yang terkenal Nuzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaaq (Ekskursi dari yang Rindu Mengarungi Ufuq) bahwa sekelompok pelaut dari Afrika Utara berlayar mengarungi Samudra yang gelap dan berkabut dari Lisbon (Portugal) dengan maksud mendapatkan apa yang ada di balik samudra itu, betapa luasnya dan di mana batasnya. Mereka menemukan pulau yang penghuninya bercocok tanam dan telah mempergunakan bahasa Arab.
·         Columbus dan para penjelajah Spanyol serta Portugis mampu melayari menyeberang Samudra Atlantik dalam jarak sekitar 2400 km, adalah karena bantuan informasi geografis dan navigasi dari peta yang dibuat oleh pedagang-pedagang Muslimin, termasuk informasi dari buku tulisan Abul Hassan Al-Masudi yang berjudul Akhbar az-Zaman. Tidak banyak diketahui orang, bahwa Columbus dibantu oleh dua orang nakhoda Muslim pada waktu ekspedisi pertamanya menyeberang transatlantik. Kedua kapten Muslim itu adalah dua bersaudara Martin Alonso Pinzon yang menakodai kapal Pinta, dan Vicente Yanez Pinzon yang menakodai kapal Nina. Keduanya adalah hartawan yang mahir dalam seluk-beluk perkapalan, membantu Columbus dalam organisasi ekspedisi itu, dan mempersiapkan perlengkapan kapal bendera Santa Maria. Bersaudara Pinzon ini masih memiliki ikatan kekeluargaan dengan Abuzayan Muhammad III (1362-66), Sultan Maroko dari dinasti Marinid (1196-1465). (Thacher, John Boyd: Christopher Columbus, New York 1950).
·         Para antropologis telah menemukan prasasti dalam bahasa Arab di lembah Mississipi dan Arizona. Dari prasasti itu diperoleh keterangan bahwa imigran itu membawa juga gajah dari Afrika. (Winters, Clyde Ahmad: Islam in Early North and South America, Al-Ittihad, July 1977, p.60)
·         Columbus menulis bahwa pada hari Senin, 21 Oktober 1492, sementara ia berlayar dekat Gibara pada bagian tenggara pantai Cuba, Columbus menyaksikan masjid di atas puncak bukit yang indah. Reruntuhan beberapa masjid dan menaranya serta tulisan ayat Al Quran telah didapatkan di berbagai tempat seperti Cuba, Mexico, Texas, dan Nevada. (Thacher, John Boyd: Christopher Columbus, New York 1950)
·         Dr. Barry Fell dari Harvard University menulis bahwa fakta-fakta ilmiah telah menunjukkan bahwa berabad-abad sebelum Columbus, telah bermukim kaum Muslimin di Benua Baru dari Afrika Utara dan Barat. Dr. Fell mendapatkan adanya sekolah-sekolah Islam di Valley of Fire, Allan Springs, Logomarsino, Keyhole, Canyon, Washoe, dan Hickison Summit Pass (Nevada), Mesa Verde (Colorado), Mimbres Valley (New Mexico) dan Tipper Canoe (Indiana) dalam tahun-tahun 700-800. (FellL, Barry: Saga America, New York, 1980] dan GYR,DONALD: Exploring Rock Art, Santa Barbara, 1989)..