Minggu, 25 Desember 2016
Minggu, 04 Desember 2016
PROFIL
Nama : Nilty Shofiyya
Nim : 2021114060
Alamat : Karangdadap
Status : Mahasiswa
Email : nilty.8@gmail.com
Alamat : Karangdadap
Status : Mahasiswa
Email : nilty.8@gmail.com
Perkembangan Islam di Australia
Pelaut-pelaut
Makassar adalah yang pertama kali melakukan kontak dengan bangsa asli Australia
yaitu Aborigin. Mereka mendarat di Australia bagian utara sekitar tahun 1700an.
Kala itu mereka datang dengan sangat sopan dan meminta izin kepada penduduk
asli," kata Education Director Islamic Museum Australia, Sherene Hassan
saat ditemui detikcom bersama dua media lain yang difasilitasi Australia Plus
ABC International pada Juni 2016.
"Sebagian besar pelaut dari Makassar beragama Islam dan
karena mereka berinteraksi dengan suku asli, sehingga secara spiritual suku
Aborigin di sebelah utara Australia terpengaruh agama Islam yang dipeluk para
pelaut," jelas Sherene...........................................................
Setelah itu, pengaruh Islam juga datang ke Australia dengan
dibawa oleh para penunggang unta yang datang dari Pakistan dan Afghanistan
sekitar tahun 1870-1920. Para penunggang unta yang berjumlah lebih dari 2.000
orang itu datang untuk bekerja di proyek pembangunan jalur kereta yang tengah
dikerjakan pemerintah Inggris. Kala itu unta dianggap sebagai hewan yang sangat
berguna untuk dijadikan alat angkut material.
|
|
Setelah itu, masuk ke tahun 1900an, Australia mulai
didatangi buruh migran dari berbagai negara di timur tengah dan Afrika. Para
imigran itu kebanyakan berasal dari Turki, Albania, Bosnia, Libanon dan beberapa
negara lain di Afrika.
Jumlah imigran yang terus bertambah seiring berjalannya
waktu membawa pengaruh Islam di Australia. Hingga, Islam terus berkembang di
negeri kanguru tersebut.
Hingga saat ini, Islam merupakan agama yang perkembangannya
cukup pesat di Australia. Jumlah pemeluk agama Islam terus bertambah dan jumlah
masjid dan sekolah Islam pun terus meningkat.
SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM DI AFRIKA
Islam masuk Afrika sama dengan sejarah agama Islam itu
sendiri. Orang Afrika yang masuk Islam pertama adalah Bilal bin Rabah adalah
seorang Habsyi, Etiopia yang menjadi izin Muazin dan sahabat kesayangan Nabi
Muhammad SAW. Masuknya Islam ke Afrika melalui lima cara berikut ini:
1.
Cara yang petama adalah expansi atau penakhlukan seperti
penyerbuan Dinasti Al-Murabitin ke Afrika Barat tahun 1052-1076.
2.
Cara kedua
adalah migrasi dan pemukiman muslim di wilayah non muslim, seperti orang Yaman dan
Oman menetap di daerah peradapan Swahili, Afrika Timur, yang sekarang merupakan wilayah Kenya
dan Tanzania, dan juga budak-budak melayu yang didatangkan ke Afrika Selatan.
3.
Cara yang ketiga adalah perdagangan, melalui perdagangan
lintas sahara. Perdagangan tersebut terjadi di Negara Negara Guinea, Mali,
Sinegal, Niger, Uganda, Zaire, Malaw, dan Mozambik.
4.
Cara keempat adalah dakwak. Misi ini diemban oleh Mubalig,
Guru dan Imam pengembara. Buku dan brosur yang menerangkan agama islam dicetak
dalam bahasa Afrika dan ditujukan kepada golongan non muslim
5.
Cara kelima adalah dengan gerakan pembersihan moral, gerakan
ini yang paling terkenal adalah gerakan yang dipimpin Usman dan Fodio di
Nigeria.
6.
Menurut data tahun2001 jumlah penduduk Afrika kurang lebih
750 juta dan 50% nya beragama Islam. Negara-negara yang terdapat di benua
Afrika meliputi antaralain: Mesir, Libya, Chad, Somalia, Kenya, Tanzania,
Zaire, Angola, Zambia, Uni Afrika Selatan dan ada beberapa lagi yang lain.
Namun hanya akan kami sebutkan beberapa Negara saja untuk gambaran secara
keseluruhan.
a.
MESIR
Mesir adalah satu-satunya Negara di
benua Afrika yang paling dahulu mengenal Islam. Jumlah penduduknya sekitar
41.990.000 orang sekitar 3 juta orang yang beragama Kristen selebihnya beragama
Islam. Di Mesir terdapat 8 universitas Al-Azhar yang sangat terkenal di dunia,
didirikan tahun 972 M oleh dinasti Fathimiyah.
b.
LIBYA
Republik Libya luas daerah 1.795.540
km persegi dengan jumlah penduduk 2,9
juta jiwa hampir seluruhnya beragama Islam, terdiri dari orang Arab dan Barbar.
Penghasilan dari pertanian
c.
CHAD
Republik Chad terletak di bagian
utara Afrika Tengah. Berpenduduk sekitar 4 juta jiwa yang 80% beragama islam , 10% Kristen dan selebihnya
Animisme. Bahasanya adalah bahasa Arab dan bahasa Perancis. Tahun 1965
didirikan The Chad Liberation, tujuannya
untuk mempertahankan Islam.
d.
NIGERIA
Nigeria terletak di Afrika Barat,
termasuk produsen minyak yang besar, Negara kedua yang mengekspor minyak ke
Amerika Serikat setelah Arab Saudi. Penduduknya bermacam-macam etnis tetapi
hanya ada tiga suku yang dianggap besar. Jumlah penduduknya 95 juta dan 75%
beragama islam selebihnya Animisme dan Kristen.
e.
SUDAN
Islam masuk ke Sudan sekitar abad
ke-7 M atau pada masa pemerintahan Usman bin Affan yang dibawa oleh Abdullah
bin Said Al Sarah. Pengajaran ilmu filsafat dan tasawuf adalah yang paling
efektif dalam penyebaran agama Islam di negeri ini. Komunitas Islam sekarang
sudah diperhitungkan oleh pemerintah setempat.
f.
ETIOPIA
Islam masuk Etiopia/Habsyi sejak
zaman Rosulullah saw. Negara tujuan hijrah pertama para sahabat Nabi. Jumlah
penduduk muslim di negeri ini mencapai 65%.
g.
UGANDA
Islam masuk di Uganda sekitar abad
19 M, dibawa oleh para dai dan ulama muslim pada masa pemerintah Raja Suna.
Perkembangan islam di Uganda selalu mendapat rintangan dari pihak non muslim
khususnya Kristiani yang jumlahnya mayoritas di negeri ini.
h.
AFRIKA SELATAN
Islam masuk Afrika Selatan tidak ada
catatan pasti namun diperkirakan sama dengan datangnya islam di Eropa. Penduduk
yang mayoritas adalah suku Melayu. Dan sampai saat ini jumlah penduduk Afrika
Selatan sekitar23.720.000 dan hanya sekitar 474.000 penduduk yang beragama
islam.
i.
Negara yang mempunyai penduduk mayoritas beragama islam
seperti Aljazair, Tunisia dan Maroko
Distorsi Sejarah Islam Amerika
Sejarah resmi selama ini mengatakan
bahwa Christopher Columbus-lah yang menemukan daratan luas yang kemudian
disebut Amerika. Hal ini ternyata tidak benar. Karena 70 tahun sebelum Columbus
menjejakkan kaki di amerika, daratan yang disangkanya India, Laksamana Muslim
dari China bernama Ceng Ho (Zheng He) telah mendarat di Amerika. Bahkan berabad
sebelum Ceng Ho, pelaut-pelaut Muslim dari Spanyol dan Afrika Barat telah
membuat kampung-kampung di Amerika dan berasimilasi secara damai dengan
penduduk lokal di sana. Penemu Amerika bukanlah Columbus. Penemu Amerika adalah
Umat Islam. Mereka menikah dengan penduduk lokal, orang-orang Indian, sehingga
menjadi bagian dari local-genius Amerika.
Ada sejumlah literatur yang berangkat
dari fakta-fakta empirik bahwa umat Islam sudah hidup di Amerika beberapa abad
sebelum Colombus datang. Salah satunya yang paling popular adalah essay Dr.
Youssef Mroueh, dari Preparatory Commitee for International Festivals to
celebrate the millennium of the Muslims arrival to the Americas, tahun 1996,
yang berjudul “Precolumbian Muslims in America”.
Dalam essaynya, Doktor Mroueh menulis,
“Sejumlah fakta menunjukkan bahwa Muslimin dari Spanyol dan Afrika Barat tiba
di Amerika sekurang-kurangnya lima abad sebelum Columbus. Pada pertengahan abad
ke-10, pada waktu pemerintahan Khalifah Umayyah, yaitu Abdurrahman III (929 –
961M), kaum Muslimin yang berasal dari Afrika berlayar ke Barat dari pelabuhan
Delbra (Palos) di Spanyol, menembus “samudra yang gelap dan berkabut”. Setelah
menghilang beberapa lama, mereka kembali dengan sejumlah harta dari negeri yang
“tak dikenal dan aneh”. Ada kaum Muslimin yang tinggal bermukim di negeri baru
itu, dan mereka inilah kaum imigram Muslimin gelombang pertama di Amerika.”
Granada, benteng pertahanan terakhir
ummat Islam di Eropa jatuh pada tahun 1492. Pada pertengahan abad ke-16
terjadilah pemaksaan besar-besaran secara kejam terhadap orang-orang Yahudi dan
Muslimin untuk menganut agama Katholik, yang terkenal dalam sejarah sebagai
Spanish Inquisition. Pada masa itu keadaan orang-orang Yahudi dan orang-orang
Islam sangat menyedihkan, karena penganiayaan dari pihak Gereja Katolik Roma
yang dilaksanakan oleh inkuisisi tersebut. Ada tiga macam sikap orang-orang
Yahudi dan orang-orang Islam dalam menghadapi inkusisi itu:
·
Pertama, yang
tidak mau beralih agama. Akibatnya mereka disiksa kemudian dieksekusi dengan
dibakar atau dipancangkan di kayu salib.
·
Kedua, beralih
agama menjadi Katholik Roma. Mereka itu diawasi pula apakah memang berganti
agama secara serius atau tidak. Kelompok orang Islam yang beralih agama itu
disebut kelompok Morisko, sedangkan yang dari agama Yahudi disebut kelompok
Marrano.
·
Ketiga,
melarikan diri atau hijrah menyeberang Laut Atlantik yang dahulunya dinamakan
Samudra yang gelap dan berkabut. Inilah kelompok imigran gelombang kedua di
negeri baru itu.
Penganiayaan itu mencapai puncaknya
semasa Paus Sixtus V (1585-1590). Sekurang-kurangnya ada dua dokumen yang
menyangkut inkusisi ini. Yang pertama, Raja Spanyol Carlos V mengeluarkan
dekrit pada tahun 1539 melarang penduduk bermigrasi ke Amerika Latin bagi
keturunan Muslimin yang dihukum bakar dan dieksekusi di kayu sula itu. Yang
kedua dekrit itu diratifikasi pada 1543, dan disertai perintah pengusiran Muslimin
keluar dari jajahan Spanyol di seberang laut Atlantik. Ini adalah bukti
historis adanya imigran Muslimin gelombang kedua sebelum tahun 1543 (dekrit
kedua). Ada banyak literatur yang membuktikan adanya kehadiran Muslimin
gelombang pertama ke Amerika jauh sebelum zaman Columbus. Bukti-bukti itu
antara lain:
·
Abul-Hassan Ali
Ibnu Al-Hussain Al-Masudi merupakan seorang pakar sejarah dan geografi yang
hidup dari tahun 871-957 M. Dalam karyanya yang berjudul “Muruj adh-dhahab wa
maad aljawhar” (Hamparan Emas dan Tambang Permata), Abu Hassan menulis bahwa
pada waktu pemerintahan Khalifah Abdullah Ibn Muhammad (888-912), penjelajah
Muslim Khasykhasy Ibn Sa’ied Ibn Aswad dari Cordova-Spanyol, telah berlayar
dari Delba (Palos) pada 889, menyeberang Samudra yang gelap dan berkabut dan
mencapai sebuah negeri yang asing (al-ardh majhul) dan kembali dengan harta
yang mentakjubkan. Pada peta Al-Masudi terbentang luas negeri yang disebutnya
dengan al-ardh majhul. [Al-Masudi: Muruj Adh-Dhahab.
·
Loe Weiner,
pakar sejarah dari Harvard University, dalam bukunya “Africa and the Discovery
of America” (1920) menulis bahwa Columbus telah mengetahui kehadiran
orang-orang Islam yang tersebar seluas Karibia, Amerika Tengah dan Utara,
termasuk Canada. Mereka berdagang dan telah melakukan asimilasi perkawinan
dengan orang-orang Indian dari suku Iroquois dan Algonquin.
·
Geografer dan
pembuat peta bernama Al-Syarif Al-Idrisi (1099- 1166) menulis dalam bukunya
yang terkenal Nuzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaaq (Ekskursi dari yang Rindu
Mengarungi Ufuq) bahwa sekelompok pelaut dari Afrika Utara berlayar mengarungi
Samudra yang gelap dan berkabut dari Lisbon (Portugal) dengan maksud
mendapatkan apa yang ada di balik samudra itu, betapa luasnya dan di mana batasnya.
Mereka menemukan pulau yang penghuninya bercocok tanam dan telah mempergunakan
bahasa Arab.
·
Columbus dan
para penjelajah Spanyol serta Portugis mampu melayari menyeberang Samudra
Atlantik dalam jarak sekitar 2400 km, adalah karena bantuan informasi geografis
dan navigasi dari peta yang dibuat oleh pedagang-pedagang Muslimin, termasuk
informasi dari buku tulisan Abul Hassan Al-Masudi yang berjudul Akhbar
az-Zaman. Tidak banyak diketahui orang, bahwa Columbus dibantu oleh dua orang
nakhoda Muslim pada waktu ekspedisi pertamanya menyeberang transatlantik. Kedua
kapten Muslim itu adalah dua bersaudara Martin Alonso Pinzon yang menakodai
kapal Pinta, dan Vicente Yanez Pinzon yang menakodai kapal Nina. Keduanya
adalah hartawan yang mahir dalam seluk-beluk perkapalan, membantu Columbus
dalam organisasi ekspedisi itu, dan mempersiapkan perlengkapan kapal bendera
Santa Maria. Bersaudara Pinzon ini masih memiliki ikatan kekeluargaan dengan
Abuzayan Muhammad III (1362-66), Sultan Maroko dari dinasti Marinid
(1196-1465). (Thacher, John Boyd: Christopher Columbus, New York 1950).
·
Para
antropologis telah menemukan prasasti dalam bahasa Arab di lembah Mississipi
dan Arizona. Dari prasasti itu diperoleh keterangan bahwa imigran itu membawa
juga gajah dari Afrika. (Winters, Clyde Ahmad: Islam in Early North and South
America, Al-Ittihad, July 1977, p.60)
·
Columbus
menulis bahwa pada hari Senin, 21 Oktober 1492, sementara ia berlayar dekat
Gibara pada bagian tenggara pantai Cuba, Columbus menyaksikan masjid di atas
puncak bukit yang indah. Reruntuhan beberapa masjid dan menaranya serta tulisan
ayat Al Quran telah didapatkan di berbagai tempat seperti Cuba, Mexico, Texas,
dan Nevada. (Thacher, John Boyd: Christopher Columbus, New York 1950)
·
Dr. Barry Fell
dari Harvard University menulis bahwa fakta-fakta ilmiah telah menunjukkan
bahwa berabad-abad sebelum Columbus, telah bermukim kaum Muslimin di Benua Baru
dari Afrika Utara dan Barat. Dr. Fell mendapatkan adanya sekolah-sekolah Islam
di Valley of Fire, Allan Springs, Logomarsino, Keyhole, Canyon, Washoe, dan
Hickison Summit Pass (Nevada), Mesa Verde (Colorado), Mimbres Valley (New
Mexico) dan Tipper Canoe (Indiana) dalam tahun-tahun 700-800. (FellL, Barry:
Saga America, New York, 1980] dan GYR,DONALD: Exploring Rock Art, Santa
Barbara, 1989)..
Langganan:
Komentar (Atom)
